X-Steel - Wait

Pages

Banner 468 x 60px

 

Selasa, 18 Agustus 2026

MATERI MIKROTIK

0 komentar

 

Cara Setting PPPoE Server di Mikrotik

Pengertian PPPoE

PPPoE adalah metode koneksi langsung point-to-point antara dua perangkat jaringan melalui ethernet secara tunnel dan bersifat pribadi, sehingga layanan pppoe dapat menyediakan otenkasi (client butuh login, butuh dial-up ke server untuk mendapatkan koneksi), transmisi data terenkripsi dan terkompresi. Pada sistem layanan PPPoE, setiap koneksi yang terbentuk antara server dan client akan membentuk virtual interface dibawah ethernet pelayan.

Fungsi dan Kegunaan PPPoE

Sistem PPPoE banyak dipakai pada distribusi jaringan WAN atau MAN seperti ISP, mini ISP, RTRW NET, Desa NET. PPPoE begitu banyak dipakai oleh para network engineer. Hal ini disebabkan karena link yang dibangun dengan protokol PPPoE adalah jauh lebih aman dari pada distribusi menggunakan Static IP dan DHCP Server biasa dan juga Hotspot. Kalau saya list kan fungsi dan manfaat pppoe adalah sebagai berikut:

  • Sarana sharing internet alternatif selain hotspot
  • Sarana distribusi jaringan internet dari ISP ke client permanen / client bayar bulanan, kalau hotspot untuk client yang beli voucher harian, per jam, atau perminggu
  • mendukung lalu-lintas data tak terbatas / unlimited transfer rate
  • mudah dalam pembagian bandwidth per user
  • Sangat aman dari netcut dan aman dari tools hacking tanpa pusing dengan rule firewall
  • PPPoE tidak membutuh DHCP server, namun boleh pakai ip-pool kalau Anda ingin client mendapatkan ip dinamis melalui profiles, atau client akan mendapat ip static dengan menentukan local address dan remote address (baca bagian setting dibawah ini)
  • dan lain-lain

Cara Membuat PPPoE Server di MikroTik

Langkah awal, buatlah pppoe server Mikrotik pada interface yang mengarah ke client. Pada praktek kali ini kita menggunakan interface ether3. Lakukan konfigurasi via Winbox pada menu PPP ➔ PPPoE Server ➔ Add seperti berikut ini :

Kemudian klik + Service Name : pppoe interface: pilih ethernet yg dipakai hotspot server, contoh: saya pake ether3 centang pada One Session Per Host simpan dengan klik Apply dan OK

Langkah kedua, membuat profiles ppp, klik tab profiles dan klik + dan pada General isi kolom Name : paket 1Mbps atau paket 2Mbps (Tergantu Penggunaan untuk Client)

pada tab protocol, use compression: yes, use encription : yes, sisanya default saja.

selanjutnya klik tab Limits, tentukan Rate Limit (rx/tx), rx adalah upload, tx adalah download, satuannya  untuk Kbps, dan M untuk Mbps. Only one pilih yes untuk limit session.

untuk menyimpan prifile klik Apply dan OK

Langkah ketiga, tentukan user dan password untuk client yang ingin terhubung ke Mikrotik menggunakan pppoe. Masuk tab Secrets pada menu PPP kemudian anda tentukan user name, password, pilih profile yang udah dibuat, sebaiknya tiap user dibuat berbeda local address dan remote addressnya, (IP Local bisa di ubah keinginan kita sebagai contoh 192.168.0.1/yang lain)

Langkah pembuatan secret dan profiles sama dengan pembuatan secret untuk PPTP, L2TP dan service PPP yang lain. seperti pada artikel yang telah kita bahas sebelumnya.

Setelah Anda selesai mempratekkan cara membuat Server PPPoE, kini saatnya Anda koneksikan client menggunakan sistem PPPoE dengan mengikuti panduan pada salah satu artikel lain berikut ini:

1. Setting PPPoE client di Router Wi-Fi
2. Setting PPPoE client di MikroTik RB
3. Setting PPPoE client di Windows 10/ Windows 11

Anda pilih 1 saja dari 3 cara dial up koneksi pppoe dari client ke server diatas ini sesuai topologi dan kebutuhan Anda.

Jika client sudah berhasil terhubung / login pppoe sukses, Anda bisa lihat status client di winbox pada menu PPP ➔ Active Connections 

Apabila sudah client berhasil dial-up ke server, maka tinggal bikin NAT, caranya :
klik menu IP ➔ Firewall ➔ NAT
klik +
Tab General
  - chain = srcnat
  - src. address = 10.0.0.0/8
Tab Action
  - action = masquerade

==============================================================

Load Balance 2 ISP dengan IP Gateway yang Sama

Untuk kebutuhan internet sudah melaju sangat pesat, banyaknya perangkat-perangkat yang membutuhkan internet yang selalu uptime sehingga memungkinkan kita berlangganan lebih dari jalur internet. Dengan jalur internet lebih dari satu, maka koneksi akan stabil dan tidak terjadi down.

Pada mikrotik, terdapat banyak metode yang bisa digunakan jika anda memiliki lebih dari 2 jalur internet seperti BGP, Failover, Load Balance, dll.

Pada artikel kali ini, kami akan membahas suatu kasus atau kondisi di mana kita berlangganan internet lebih dari satu jalur, tetapi kedua ISP tersebut menggunakan IP gateway yang sama. Metode yang akan digunakan adalah Load Balance / Fail Over. Berikut contoh topologinya :

Perlu diketahui, secara konsep dalam mikrotik tidak boleh terdapat 2 segment network yang sama pada interface yang berbeda. Karena akan membuat tabel routing menjadi kacau dan router tidak bisa memutuskan kemana packet tersebut akan dikirim.

Dengan kasus diatas, terdapat 2 solusi yang bisa dilakukan saat ingin menerapkan load balance atau failover. Yaitu :

  1. Mengganti IP salah satu provider agar menggunakan segment ip yang berbeda. Hal ini bisa dilakukan dengan mengganti konfigurasi modem atau bisa bisa di konsultasikan langsung ke provider yang digunakan
  2. Menggunakan tanda (%) saat menambahkan default gateway pada router mikrotik. Hal ini untuk mempermudah router menentukan kemana packet akan dilewatkan.

Berikut tips menggunakan tanda (%) pada beberapa metode agar Load Balance tetap bisa berjalan walaupun IP Gateway yang digunakan sama :

ECMP (Equal-Cost Multiple Path)

ECMP merupakan salah satu metode Load Balance yang banyak sekali digunakan karena konfigurasinya yang cukup mudah sehingga orang awam-pun bisa mengkonfigurasi Load Balance. Konfigurasi Load Balance ECMP bisa Anda lihat pada artikel berikut: Load Balance Metode ECMP.

Tentunya ketika memiliki lebih dari satu ISP dan menggunakan IP yang satu network maka Load Balance ECMP ini tidak bisa berjalan secara optimal. Sebagai solusinya maka bisa menambahkan (%) pada gateway default route. Detail konfigurasinya seperti berikut:

 

PCC (Per-Connection Classifier)

PCC merupakan metode yang menspesifikasikan suatu paket menuju gateway koneksi tertentu. PCC mengelompokkan trafik koneksi yang akan melalui atau keluar masuk router menjadi beberapa kelompok. Mikrotik akan mengingat-ingat gateway yang telah dilewati di awal trafik koneksi, sehingga pada paket-paket data selanjutnya yang masih berkaitan dengan paket data sebelumnya akan dilewatkan pada jalur gateway yang sama.

Secara konfigurasi, penambahan mangle hampir sama seperti PCC pada umumnya. Karena parameter yang digunakan berdasarkan interface. Penjelasan detail mengenai Load Balance PCC terdapat pada artikel berikut ini: Load Balance dengan Menggunakan Metode PCC (Simple).

Setelah marking koneksi dan pembuatan mangle PCC selesai, maka kita bisa tambahkan mark routing ke dalam tabel routing. Dikarenakan IP Gateway yang digunakan ISP sama maka PCC tidak bisa berjalan secara normal, untuk solusinya tambahkan juga (%) pada gateway default route.

PBR (Policy Based Route)

PBR adalah suatu fitur dimana kita bisa memetakan jaringan LAN tertentu untuk menggunakan suatu ISP tertentu. Sebagai contoh dengan 2 jalur ISP, maka kita akan buat misal 'ISP A' hanya khusus untuk jalur internet 'Network A' sedangkan 'ISP B' khusus untuk jalur internet 'Network B'. Tutorial konfigurasi PBR bisa Anda lihat pada artikel: [Policy Based Route 1] Memetakan Jalur dengan Route Rules.

Ketika berlangganan lebih dari satu ISP, dan menggunakan ISP yang sama maka biasanya akan mendapatkan IP WAN yang satu segmen. Maka untuk solusinya Anda bisa tambahkan (%) pada default route WAN.

Fail Over

Failover adalah suatu metode pada jaringan yang digunakan untuk menghindari down time koneksi. Failover sering digunakan jika memiliki lebih dari 1 sumber internet.
Cara kerja dari failover, akan terdapat minimal 2 link atau jalur menuju ke internet. Jalur 1 akan berfungsi sebagai main link atau jalur utama. Dan jalur yang lain akan berfungsi sebagai jalur backup.

Jika jalur utama mati atau putus, maka router secara otomatis akan menggunakan jalur kedua atau backup. Penjelasan detail mengenai failover terdapat pada artikel berikut: Failover Mikrotik

Ketika berlangganan internet dengan provider yang sama, maka pada fitur FailOver ini juga perlu untuk menambahkan (%) pada gateway default route supaya jalur yang di lewati bisa lebih spesifik lagi.
 


BISA UNTUK Referensi SAJA ya,,, 

Read more...

TUGAS KIK KELAS XI

0 komentar

1.  Silahkan KLIK SAJA FORM INI 

2. SISWA YANG SUDAH MASUK DI DATA BISA DI LIHAT DI SINI 

Read more...

Jumat, 07 Agustus 2026

Share File Ke Jaringan Komputer

0 komentar

Cara MenSharing File Antar Komputer dengan LAN cara Termudah yaa...




Bagaimana mennggunakan cara sharing data menggunakan kabel LAN yang terdapat pada computer ? Terdapat beragam cara untuk bisa share data ke komputer lain, seperti menggunakan hard disk, atau perangkat fisik lainnya.

Namun, cara sharing folder antar komputer ini dinilai tidak efektif lagi karena kecepatan transfernya yang lambat.

Sebagai gantinya, Anda bisa share data menggunakan Local Area Network (LAN) yang memiliki kecepatan transfer lebih cepat dan praktis.

Diketahui, kecepatan sharing data menggunakan kabel LAN bisa mencapai 1GB per detiknya.

Dengan demikian, Anda tidak akan membuang banyak waktu untuk melakukan share data antar komputer.

Untuk cara share folder ke komputer lain, Anda bisa mengikuti cara sharing data antar komputer dengan kabel LAN di bawah ini:

1. Pastikan Komputer Fitur Sharing Sudah Menyala

Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah memastikan bahwa perangkat komputer memiliki fitur sharing file. Klik kanan ikon jaringan di pojok kanan bawah.

Jika sudah, pilih Network and Sharing Center atau Network and Internet Setting. Kemudian masuk ke pilihan Network Advanced setting dan klik Advanced Sharing Setting.

Setelah itu, akan terdapat banyak pilihan menu, Anda perlu mengatur beberapa opsi penting:

  • Pada kolom Network discovery pilih Turn on network discovery
  • Pada kolom File and printer sharing pilih Turn on file and printer sharing
  • Pada kolom Public folder sharing pilih Turn on public folder sharing
  • Pada kolom Password protected sharing pilih Turn off password protected sharing (untuk jaringan yang aman)

Setelah mengatur semua opsi di atas, klik Save Changes untuk menyimpan pengaturan.

2. Hubungkan Komputer dengan Kabel LAN

Siapkan kabel LAN untuk menghubungkan komputer. Anda bisa menghubungkan kabel LAN ke komputer setelah memastikan dan menyalakan fitur sharing.

Untuk mengetahui apakah sudah terhubung, Anda bisa melihat lampu indikator yang berada di bawah port LAN. Jika menyala, berarti komputer Anda sudah terhubung.

Untuk koneksi yang lebih cepat, pastikan Anda menggunakan kabel LAN Cat5e atau Cat6 yang mendukung kecepatan transfer hingga 1 Gbps.

3. Atur IP Address

Selanjutnya, hal yang harus dilakukan dalam cara sharing file antar komputer adalah mengatur Internet Protocol Address (IP Address) untuk memastikan bahwa kedua komputer sudah berada di satu jaringan yang sama.

Hal ini ditujukan agar proses sharing data dapat dilakukan dengan lancar dan bisa sampai ke perangkat lain.

Adapun cara untuk mengatur IP Address yaitu tekan tombol windows + R pada keyboard komputer.

Setelah itu, ketik control panel dan klik menu Network and Sharing Center. Berhubung Anda menggunakan LAN, jadi pilih Local Area Connection dan klik properties.

Selanjutnya, klik dua kali pada pilihan IPv4 dan memilih Use the following IP address. Kemudian, masukkan alamat IP dari jaringan Anda di bawah tulisan tersebut.

Berikut adalah contoh pengaturan IP untuk dua komputer:

Komputer 1:
– IP address: 192.168.1.2
– Subnet mask: 255.255.255.0
– Default gateway: 192.168.1.1

Komputer 2:
– IP address: 192.168.1.3
– Subnet mask: 255.255.255.0
– Default gateway: 192.168.1.1

Untuk mengetahui alamat IP, Anda bisa melihatnya di pengaturan jaringan bagian IPv4.

Pastikan tidak ada komputer lain yang menggunakan alamat IP sama selain komputer Anda.

Kemudian di bagian Subnet Mask, bisa Anda abaikan karena biasanya diisi otomatis oleh windows.

Sementara untuk pengaturan gateway, bisa Anda abaikan jika sharing data hanya dilakukan antara dua komputer. Setelah itu, klik ok pada dua pilihan yang akan muncul.

4. Bagikan Data

Sebelum membagikan data, Anda perlu memilih dokumen mana yang akan dibagikan. Setelah itu, klik kanan pada dokumen dan pilih share with kemudian klik specific people.

Lalu, tambahkan user everyone kemudian bagikan data. Pada windows 10, klik pilihan yes turn on discovery and file share for all public networks untuk memberikan izin sharing.

Setelahnya, Anda akan mendapatkan pemberitahuan bahwa dokumen sudah berhasil dibagikan.

Untuk pengaturan berbagi yang lebih detail, Anda juga bisa mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Klik kanan pada dokumen yang ingin dibagikan, lalu pilih Properties
  2. Pilih tab Sharing dan klik Advanced Sharing
  3. Centang kotak Share this folder
  4. Klik tombol Permissions untuk mengatur hak akses
  5. Klik Add untuk menambahkan pengguna, masukkan Everyone dan klik OK
  6. Berikan izin yang sesuai (Full Control untuk akses penuh)
  7. Klik OK untuk menyimpan pengaturan

5. Cek Koneksi Jaringan

Untuk dapat mengakses dokumen yang telah dibagikan, Anda bisa mengeceknya melalui koneksi jaringan.

Kamu harus tau menentukan ip address tersebut:

1.     1. Buka CMD

2.    2. Ipconfig

3.    3. Kemudian liat ip address yang anda berikan manual

4.    4. Kemudian ping alamat ip masing-masing computer.

Terdapat dua cara yang bisa Anda lakukan, pertama yaitu memasukkan IP Address dari komputer yang membagikan dokumen.

Jika menggunakan cara ini Anda bisa mengetik alamat IP pada kolom di file explorer. Misalnya, ketik \\192.168.1.2 pada kotak alamat.

Cara kedua yaitu masuk pada menu Network di file explorer dan cari nama komputer yang membagikan data. Jika belum muncul, bisa klik F5 untuk me-refresh komputer.

 

Read more...

Laporan KIK

0 komentar

 Pembuatan Gantungan Kunci Minimalis 

1. Siswa membuat sebuah gantungan kunci menggunakan resin dan katalis.

    Nama  YUWANSA HASNA DZAKIYAH di Bimbing bersama Febriant Zaky 

Cinematik Keychain




Gambar Gantungan Kunci 


2. Siswa membuat Gantungan kunci dengan imajinasi sendiri.


Gambar Gantungan Kunci 
Read more...

Jumat, 17 April 2026

Pengumpulan Link Tugas Arduino

0 komentar

 -> Silahkan kirim Tugas link arduino dengan sistem servo 90 derajat di KLIK Link INI  

    Seperti contoh gambar di bawah ini 






Read more...

Selasa, 05 Agustus 2025

Pengumpulan Tugas DKV

0 komentar

Silahkan di kirim Editing Photo di Canva yang kalian buat seperti contoh di bawah ini :


Cara Berbagi Tautan Canva
  • Buka desain yang ingin dibagikan di Canva.
  • Klik tombol Bagikan di bagian kanan atas layar.
  • Pilih menu akses kolaborasi.
  • Tentukan izin seperti Bisa edit, Bisa komentar, atau Hanya lihat.
  • Klik Salin Tautan untuk membagikannya


Isikan Form data diri anda sesuai dengan nama siswa dan Upload Poto Tugas Klik Disini
 

____________________________________________________________________________

Silahkan di kirim poto mikro yang kalian buat seperti contoh di bawah ini : 


Isikan Form data diri anda sesuai dengan nama siswa dan Upload Poto Tugas Klik Disini



_____________________________________________________________________________

Silahkan dikirim poto yang anda buat, seperti contoh di bawah ini !



---> Isikan Form data diri anda sesuai dengan nama siswa dan Upload Poto Tugas Klik Disini




Read more...

Senin, 21 Juli 2025

PENGUMPULAN TUGAS DAN ULANGAN

0 komentar

Silahkan dilihat blog yang anda buat terlebih dahulu !

1. Isikan Form data diri anda sesuai dengan nama siswa Klik Disini

2. Jangan lupa dicek terlebih data yang anda kirim melalui link untuk di lihat 

========================================================================


TUGAS ULANGAN ADMINISTRASI SISTEM JARINGAN TH 2025/2026

1. Silahkan di kerjakan sendiri dengan percaya diri ya... 

2. Jawaban ada Pilhan Ganda dan Essay yaaa.....

3. Kalau sudah siap langsung KLIK DISINI 

4. SILAHKAN DI KERJAKAN ...!


Read more...